Test Blog Page

Waspada! Ada Bahaya Tersembunyi di Balik Minuman Kemasan Bebas Gula

Belakangan ini banyak beredar minuman kemasan dengan jargon “Less Sugar”, “Free Sugar”, maupun “Zero Sugar”. Ketiga jargon ini memiliki makna yang sama yaitu minuman yang ‘diklaim bebas gula’. Berbagai produsen pun seakan-akan berlomba-lomba untuk membuat produk unggulan dengan jargon-jargon tersebut. Fenomena ini tak lepas dari dukungan bagi program kesehatan pemerintah Indonesia maupun dunia, dalam hal ini WHO, guna menekan jumlah penderita diabetes akibat kelebihan konsumsi gula.

Padahal, minuman bebas gula bukan berarti tidak mengandung gula sama sekali, lho. Faktanya minuman bebas gula tersebut tetap mengandung gula meski terbuat dari pemanis buatan dan ini memiliki bahaya tersendiri bagi kesehatan tubuh.

Fakta Minuman Kemasan Bebas Gula (Less Sugar; Free Sugar; Zero Sugar)  

Softdrink less sugar banyak dipilih karena ingin menghindari kadar gula berlebih yang tidak baik bagi kesehatan. Memang tidak dapat dipungkiri minuman kemasan bebas gula sukses menarik simpati masyarakat dan tentunya permintaan konsumen pun meningkat. Selain rasa, kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih menjadikan softdrink less sugar sebagai alternatif lain.

Meski demikian kita harus jeli terhadap kandungan pemanis buatan yang terdapat pada produk softdrink less sugar. Kesadaran masyarakat akan makna sebenarnya dari istilah less sugar masih terbilang minim. Masyarakat menganggap bahwa minuman kemasan tersebut benar-benar bebas gula dan aman bagi kesehatan.

  • Faktanya, minuman kemasan bebas gula memang tidak menggunakan pemanis alami namun menggunakan pemanis buatan yang tentu rasanya tidak semanis pemanis alami. Umumnya softdrink less sugar mengandung 25% gula lebih sedikit dibandingkan dengan kandungan gula asli. Namun fakta ini tidak dipukul rata karena masing-masing produsen memiliki kadar gula tersendiri bagi produknya. Artinya penyertaan label less sugar atau free sugar atau zero sugar pada produk minuman kemasan tidak menjamin 100% tidak mengandung gula.
  • Fakta selanjutnya adalah di dalam produk softdrink berlabel less sugar atau free sugar atau zero sugar mengandung pemanis buatan sebagai komposisi tambahan guna menjaga kualitas rasa. Gula memiliki dua jenis yaitu gula alami dan pemanis buatan. Menurut BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pemanis buatan adalah jenis pemanis yang bahan bakunya bukan berasal dari alami melainkan melalui proses kimia.

Berikut ini beberapa pemanis buatan yang sering digunakan sebagai olahan makanan maupun minuman, antara lain:

  • Aspartame. Kandungan pemanis buatan ini terdiri atas asam amino, asam aspartat, fenilalaina, dan etanol. Rasa manis aspartame mencapai 220 lebih manis dari gula biasa. Aspartame hanya boleh dikonsumsi 50 mg/kg berat badan.
  • Sacarin. Rasa manis yang dihasilkan mencapai 200-700 kali lebih manis dari gula biasa. Sacarin hanya boleh dikonsumsi 30 mg/kg berat badan.
  • Sucralose. Rasa manis yang dihasilkan mencapai 600 kali lebih manis dari gula biasa. Idealnya sucralose dikonsumsi sebanyak 5 mg/kg berat badan.
  • Acelsufame Potassium. Pemanis ini tahan terhadap temperatur tinggi seperti dipanggang dan digoreng. Ada baiknya konsumsi pemanis ini sebanyak 15 mg/kg berat badan.
  • Neotam. Pemanis buatan ini lebih manis 40 kali dari aspartame. Idealnya neotam dikonsumsi sebanyak 18 mg/kg berat badan.

Bahaya Pemanis Buatan Bagi Kesehatan

Apapun yang berlebihan tentunya tidak baik, termasuk kadar gula yang melebihi batas normal konsumsi per hari. Kita harus menjaga kadar gula dalam setiap makanan atau minuman yang dikonsumsi. Kementrian Kesehatan Indonesia menyarankan konsumsi gula per hari tidak lebih dari 50 gr atau setara dengan 4 sendok makan. Gula memang baik untuk tubuh yaitu sebagai sumber energi yang dibutuhkan dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Namun jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu obesitas dan diabetes mellitus tipe 2.

Lalu bagaimana dengan bahaya pemanis buatan dalam softdrink?

Karena pemanis buatan diproses secara kimiawi, maka memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Memang, di dalam softdrink less sugar tidak terkandung gula sehingga dapat menjaga berat badan. Namun pemanis buatan softdrink less sugar tidak dapat menutrisi tubuh. Selain itu softdrink less sugar bisa menjadi alternatif bagi penderita diabetes guna menjaga kadar gula darah.

Perlu digarisbawahi bahwa beberapa pemanis buatan memiliki bahaya bagi kesehatan, seperti:

  • Sacarin diduga dapat memicu kanker (karsinogen) meski kebenarannya belum teruji secara klinis. Yang perlu diketahui adalah sacarin mengandung senyawa sulfonamide yang dapat ditemui pada beberapa jenis antibiotik yang dapat menyebabkan pusing, diare, kulit ruam, dan kesulitan bernapas.
  • Aspartame saat diolah dengan suhu tinggi akan berubah menjadi formalin. Tentu sangat bahaya bagi tubuh. Zat aspartame yang tercerna dalam tubuh dapat menganggu metabolisme karena tidak tercerna dengan sempurna.
  • Sedangkan pemanis buatan sucralosa, neotam, dan acelsufame potassium masih dalam penelitian lebih dalam tentang bahaya bagi kesehatan tubuh.

Alternatif Pemanis Alami

Agar kebutuhan gula pada tubuh senantiasa terpenuhi, daripada konsumsi softdrink dan softdrink less sugar ada baiknya diganti dengan yang lebih alami. Seperti misalnya:

  • Jus buah-buahan tanpa ditambah gula. Buah-buahan sudah mengandung gula alami yang aman bagi kesehatan. Kalau ingin rasa manis lebih Anda bisa menambah susu pada olahan jus buah tersebut.
  • Pengganti gula yang beraasal dari lebah ini kaya akan antioksidan. Selain itu madu mengandung vitamin C guna menjaga daya tahan tubuh. Madu juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida bagi penderita diabetes.
  • Gula Aren. Pemanis alami ini mengandung beberapa nutrisi seperti kalium, zat besi, antioksidan, dan kalsium. Gula aren mangandung inulin yang mana berfungsi untuk memperlambat penyerapan zat gula atau glukosa. Karenanya gula aren baik dikonsumsi untuk menjaga kadar gula darah lebih stabil.
  • Sirop Maple. Minuman ini terbuat dari getah pohon maple yang kaya akan antioksidan, kalsium, zat besi, mangan, dan seng. Sirop ini disinyalir mengandung zat penangkal kanker.
  • Molasses. Sirop ini terbuat dari gula tebu yang kaya akan mineral, vitamin, dan antioksidan. Ini baik untuk kesehatan tulang dan jantung. Namun jangan dikonsumsi berlebihan, ya! Karena molasses mengandung molekul gula.  

Nah, sekarang sudah jelas kan akan bahaya softdrink less sugar. Apalagi jika dikonsumsi setiap hari. Daripada yang kimiawi lebih baik beralih ke yang alami saja.

 

Source:

https://www.healthline.com/nutrition/13-ways-sugary-soda-is-bad-for-you

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/artificial-sweeteners/art-20046936

Image Source:

June 23, 2019

Waspada! Ada Bahaya Tersembunyi di Balik Minuman Kemasan Bebas Gula

Waspada! Ada Bahaya Tersembunyi di Balik Minuman Kemasan Bebas Gula Belakangan ini banyak beredar minuman kemasan dengan jargon “Less Sugar”, […]
June 23, 2019

Waspada Gejala Maag yang Anda Alami! Kemungkinan Itu Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Waspada Gejala Maag yang Anda Alami! Kemungkinan Itu Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS) Gejala sakit perut pernah dialami oleh semua […]
June 23, 2019

Hati-hati! Penyakit Pertumbuhan Bakteri Pada Usus Kecil (SIBO) Sulit Terdeteksi

Hati-hati! Penyakit Pertumbuhan Bakteri Pada Usus Kecil (SIBO) Sulit Terdeteksi Di dalam tubuh manusia melingkar dengan rumit organ usus yang […]
June 23, 2019

Pentingnya Mengatur Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat Bagi Calon Ibu Agar Terhindar dari Hipertensi Kehamilan

Pentingnya Mengatur Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat Bagi Calon Ibu Agar Terhindar dari Hipertensi Kehamilan Hipertensi kehamilan merupakan suatu […]