Cegah Cedera Terkilir dan Keseleo dengan Ankle Support Pada Kaki Anda
June 23, 2019
Jangan Anggap Remeh! Hipertensi Mengintai Kalangan Muda Juga, Lho
June 23, 2019
Show all

Waspada, Perhatikan Pola Makan dan Gaya Hidup Karena Diabetes Juga Mengincar Kalangan Muda!

Waspada, Perhatikan Pola Makan dan Gaya Hidup Karena Diabetes Juga Mengincar Kalangan Muda!

Zaman sekarang apa-apa serba ‘instant’, begitu pun dengan makanan ‘kekinian’ cepat saji yang banyak digemari kalangan anak muda. Padahal, di balik lezatnya makanan cepat saji tersebut terdapat bahaya yang mengintai dan siap menyerang Anda, yaitu penyakit diabetes. Selama ini diabetes dianggap sebagai penyakit ‘kalangan tua’, tentu saja anggapan ini salah besar karena diabetes juga rentan terhadap anak muda.

Berdasarkan data WHO, diabetes menyumbang 1,6 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2015. Tidak sedikit datang dari kalangan muda yang menyumbang angka tersebut. Hingga saat ini penderita diabetes mellitus tipe 2 menurut catatan WHO sudah mencapai 380 juta orang

Apa itu Diabetes?

Diabetes atau juga dikenal dengan istilah ‘kencing manis’ merupakan penyakit kronis seumur hidup yang melemahkan sistem kekebalan tubuh guna menyerap energi dari makanan yang dikonsumsi. Diabetes dapat terbentuk ketika kadar gula dalam darah melampaui batas normal, kondisi ini dimulai dengan istilah pre-diabetes sebagai cikal bakal diabetes mellitus tipe 2.

Diabetes tidak dapat disembuhkan, hanya saja dapat dikendalikan dengan mengontrol pola makan terutama dari makanan yang mengandung gula. Itulah kenapa diabetes juga disebut sebagai ‘Ibu Segala Penyakit’. Umumnya diabetes dialami oleh kalangan tua (40 tahun ke atas). Namun, faktanya tidak sedikit kalangan muda (di bawah 40 tahun) yang mengidap diabetes.

Fakta tersebut berdasarkan data WHO yang menyebutkan prevalensi diabetes kalangan muda di dunia mencapai 8,5%. Bagaimana di Indonesia sendiri? Menurut data Riskesdas tahun 2013 prevalensi diagnosis diabetes di kalangan muda (usia 15-40 tahun) mencapai 6,9% atau setara dengan 12.191.564 orang. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa diabetes sudah mulai muncul saat usia remaja 15 tahun yang berarti penyakit diabetes tidak tebang pilih baik usia muda maupun usia tua serta gender.

Penyebab

Diabetes juga menjadi penyebab penyakit lain seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, kebutaan (retinopati diabetika), gagal ginjal, kerusakan saraf (neuropati), dan osteoporosis. Fakta terbaru mengatakan bahwa 1 dari 5 penderita diabetes masih bisa survive menjalani hidup, sisanya memiliki risiko besar terhadap komplikasi lanjutan yaitu penyakit jantung.

Penyebab utama diabetes adalah mengkonsumsi kadar gula berlebih. Faktor penyebab lainnya yang membuat kalangan muda rentan terhadap diabetes, antara lain:

  • Pola Makan. Mengkonsumi makanan cepat saji, apalagi yang manis. Tapi tidak diimbangi dengan gizi seimbang seperti pola makan sehat atau jarang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Akhirnya tubuh kelebihan kadar gula sehingga menggerus sistem imun tubuh. Batasi makan dengan porsi banyak, apalagi nasi putih dengan indeks glikemik tinggi yaitu 86. Beralih ke beras merah yang rendah indeks glimeknya yaitu hanya 55.
  • Gaya Hidup. Pergaulan anak muda identik dengan rokok dan alkohol yang mana keduanya dapat merusak metabolisme tubuh dan mengganggu produksi insulin tubuh. Akibatnya, tubuh berisiko tinggi mengalami diabetes.

Fakto stres berlebihan entah karena tugas sekolah/kampus, beban pekerjaan, dan masalah sosial. Stres memicu kita untuk mengkonsumsi makanan manis. Akibatnya tubuh  mengalami kelebihan kadar gula.

Anak muda masih gemar begadang. Akibat begadang dapat memicu perubahan hormon dan insulin yang mengatur gula darah, lho. 

  • Di Indonesia banyak anak muda yang memiliki masalah obesitas. Kelebihan berat badan membuat insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya atau resistensi insulin. Obesitas membuat disfungsi pankreas sehingga pankreas tidak mampu memproduksi insulin untuk mengubah makanan yang masuk dalam tubuh menjadi energi. Ketahuilah bahwa penyebab obesitas adalah malas bergerak dan malas berolahraga.
  • Faktor Turunan. Ini merupakan faktor alami yang tidak dapat dihindari karena diabetes bersifat turun-temurun.

Gejala Umum

Penyakit diabetes juga dikenal dengan istilah ‘Silent Killer’ atau pengintai kematian diam-diam. Diabetes tidak menimbulkan gejala khas sehingga si penderita baru menyadari ketika mengetahui kadar gula dalam tubuhnya sudah melampaui batas normal. Namun Anda bisa mengenali gejala umum diabetes berikut ini:

  • Cepat lapar dan mudah lelah. Hal ini disebabkan oleh gangguan sistem pencernaan. Tubuh sudah tidak mengoptimalkan mengubah makanan menjadi glukosa untuk menghasilkan energi.
  • Berat badan turun bukan karena aktivitas fisik. Ketika tubuh tidak mendapatkan energi yang mencukupi maka sel membakar otot dan lemak untuk mendapatkan sumber energi. Di sinilah tubuh kehilangan bobot.
  • Mengalami perlambatan penyembuhan luka karena kadar gula tinggi membuat gangguan aliran darah dan menyebabkan kerusakan saraf.
  • Terjadi infeksi jamur yang muncul di sela-sela jari tangan, jari kaki, di bawah payudara dan sekitar organ intim.
  • Sering buang air kecil lebih dari 7 kali dalam sehari. Hal ini disebabkan oleh kadar gula tinggi yang membuat tubuh tidak dapat menyerap ulang glukosa. Akhirnya banyak air yang melewati ginjal.
  • Penglihatan kabur. Hal ini dikarenakan perubahan jumlah cairan dalam tubuh yang membuat lensa mata bengkak sehingga mata kehilangan kemampuan fokus.

Diabetes Bisa Dicegah dengan Mengontrol Kadar Gula Darah

Sebenarnya diabetes masih bisa ditunda dan dicegah sepenuhnya. Kadar gula dalam tubuh bisa dikontrol dengan bantuan alat ukur kadar gula (Glucometer), dengan begitu Anda bisa mengatur pola makan dan gaya hidup yang lebih teratur. Hal-hal yang berkaitan dengan kadar gula darah sudah seharusnya menjadi pengetahuan dasar kita, seperti batas normal kadar gula darah berikut ini:  

  • Kadar gula darah sebelum makan: 70-130 mg/dL. (Kadar Terbaik)
  • Kadar gula darah setelah makan: kurang dari 180 mg/dL.
  • Kadar gula darah puasa (8 jam terakhir): kurang dari 100 mg/dL.
  • Kadar gula darah menjelang tidur: 100-140 mg/dL.
  • Kadar gula di atas 200 mg/dL, maka Anda mengalami diabetes.

Untuk menyokong kesehatan anak muda Indonesia agar terhindar dari diabetes, Mitra Asa punya beberapa tips yang bisa diterapkan di rumah, seperti:

  • Mumpung masih muda, ubah haluan gaya hidup menjadi lebih sehat dengan tidak mengkonsumsi makanan manis, makanan cepat saji serta nasi secara berlebihan, hindari merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, kurangi begadang, dan alihkan stres Anda pada musik atau membaca buku ketimbang makan cokelat.
  • Jaga pola makan sehat, perbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan agar tubuh memiliki imunitas yang kuat sehingga terhindar dari ragam penyakit.
  • Mulai sekarang biasakan untuk berolahraga paling tidak seminggu satu kali selama 1 jam dan naikan intensitas olahraga secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing.
  • Jika Anda menuruni diabetes dari orang tua, sering-seringlah mengecek kadar gula, menjaga pola makan, gaya hidup, dan rutin konsultasi ke dokter kesayangan Anda.

 

Source:

https://www.webmd.com/diabetes/guide/types-of-diabetes-mellitus

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/symptoms-causes/syc-20371444

https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes-age-of-onset

Image Source: