Adakah Bahaya Mengkonsumsi Kopi Instan Bubuk Setiap Hari Bagi Kesehatan?
June 23, 2019
Pentingnya Mengatur Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat Bagi Calon Ibu Agar Terhindar dari Hipertensi Kehamilan
June 23, 2019
Show all

Waspada! Osgood Schlatter Disease Mengincar Kalangan Remaja Aktif

Waspada! Osgood Schlatter Disease Mengincar Kalangan Remaja Aktif

Masa remaja merupakan proses pengenalan diri dengan melakukan beragam aktivitas. Contohnya seperti menghabiskan waktu dengan kegiatan olahraga seperti mendaki gunung, sepak bola, bola basket, maupun balet. Tentunya kegiatan tersebut banyak melibatkan otot kaki sebagai penopang utama. Khususnya pada lutut yang sering terjadi gesekan otot sehingga tak ayal rasa nyeri sampai cedera pun mendera.

Salah satu nyeri lutut yang sering dialami oleh kalangan remaja aktif adalah Osgood Schlatter Disease. Gejala ini muncul ketika seseorang melakukan aktivitas fisik secara berebihan sehingga lutut mengalami kemunduran kemampuan menopang tubuh. Gejala ini secara masif mengincar kalangan remaja baik pria maupun wanita. Lalu bagaimana cara menghindari Osgood Schlatter Disease? Yuk simak penjelasan Mitra Asa berikut ini:

Pengertian Osgood Schlatter Disease

Osgood Schlatter Disease atau OSD adalah kondisi temporer rasa nyeri pada tempurung lutut yang menyerang Patella Tendon pada kalangan remaja. Struktur Patella Tendon terletak di bawah tempurung lutut. Biasanya gejala umum yang terjadi adalah muncul rasa nyeri disertai bengkak pada bagian Patella Tendon yang menempel dengan tulang kering atau Tibia.

Istilah Osgood Schlatter Disease dikemukakan pertama kali oleh dua orang ahli bedah tulang yaitu dokter Robert Bayley Osgood dari Amerika Serikat dan dokter Carl B. Schlatter dari Swiss pada tahun 1930. Kedua ahli bedah tulang ini sebelumnya telah melakukan sebuah riset sehingga mengenali pola gejala terkait dengan masalah pertumbuhan tulang pada pria muda, khususnya atlet.

OSD dapat terjadi karena adanya tekanan berlebihan pada area lutut dalam jangka panjang. Saat beraktivitas, seperti olahraga, otot paha depan menarik erat tempurung lutut dan jangkar tempurung lutut atau disebut Patella Tendon. Karena koneksi serat ini ditarik secara terus menerus akibatnya timbul rasa nyeri dan pembekakan pada Tibial Tuberosity atau area yang diangkat atau digerakan di bagian atas tulang kering. Dengan kata lain Tibial Tuberosity merupakan area tempat Patella Tendon menempel pada tulang kering.

OSD terjadi pada remaja usia 10-18 tahun baik pria maupun wanita. Pria remaja lebih sering mengalami gejala ini mengingat perbandingan aktivitas fisik pria lebih besar daripada wanita. Namun tidak menutup kemungkinan wanita remaja juga mengalami gejala yang lebih besar karena jaman sekarang aktivitas fisik wanita hampir setara dengan pria. OSD mudah terjadi bagi mereka yang meliputi banyak aktivitas di luar seperti mendaki gunung, olahraga hoki, sepak bola, bola basket, bola voli, dan balet.

Berdasarkan gender, secara umum OSD dialami oleh wanita remaja berusia 11-12 tahun dan pria remaja berusia 13-14 tahun. Sebelum memasuki usia 18 tahun kondisi ini akan hilang dengan sendirinya. Namun pasca sembuh bagi mereka yang pernah mengalami OSD, sebanyak 60% akan mengalami sakit saat berlutut dan itu kondisi normal. OSD juga meninggalkan benjolan tanpa rasa sakit permanen di bawah lutut.

Gejala

Rasa sakit yang timbul dari OSD hanya berlangsung saat melakukan aktivitas fisik saja, seperti olahraga. Bisa juga rasa sakit tersebut terjadi secara konstan sehingga membatasi ruang gerak dalam aktivitas atletik. Rasa sakit dengan intensitas rendah muncul ketika berlari, melompat, memanjat, menendang, dan berjongkok. Sementara dengan intensitas tinggi rasa sakit muncul ketika berjalan. Gejala umum lainnya bisa dilihat ketika:

  • Muncul suatu benjolan disertai dengan rasa nyeri pada Tibial Tuberosity yang terletak di bawah area tempurung lutut.
  • Seiring waktu area yang sakit tersebut akan berwarna kemerahan disertai dengan rasa hangat.
  • Untuk beberapa hari kedepan kaki tidak bisa digerakan karena jika dipaksa rasa nyeri itu akan semakin meradang.
  • Rasa nyeri makin bertambah jika melakukan ekstensi kaki atau meluruskan kaki.

FYI, tingkat gejala OSD tidak sama pada setiap orang, semua tergantung dari penyebab yang mempengaruhi tingkat keparahan kondisi lutut masing-masing.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis OSD dokter memerlukan perangkat tambahan seperti X-Ray dan MRI. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi area tempurung lutut secara menyeluruh. Konsep dasarnya adalah melihat sejauh mana area abnormal dari endapan kalsium di Patella Tendon yang mana bisa saja terjadi masalah lain seperti patah tulang, tumor, dan infeksi.

Dalam memenuhi proses penyembuhan maksimal dokter juga akan bertanya riwayat olahraga dan kegiatan fisik lain si penderita. Selain itu dokter juga memeriksa rentang gerak penderita pada sendinya, nantinya hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan tingkat rasa sakit, kelembutan, kemerahan, dan pembekakan Patella Tendon sehingga dapat menentukan obat maupun terapi yang tepat. Biasanya rasa nyeri OSD akan bertahan selama 6-18 bulan.  

Penanganan dan Pencegahan

Kondisi OSD dapat hilang dengan sendirinya apabila si penderita istirahat total (bed rest) dari kegiatan fisik baik olahraga maupun aktivitas alam yang banyak melibatkan lutut sebagai sentral penopang tubuh. Setelah dokter mendiagnosis OSD si penderita, maka ada serangkaian terapi dan pemberian obat, seperti:

  • Istirahat total di rumah untuk sementara waktu, paling tidak beberapa minggu, agar rasa nyeri dan pembekakan Patella Tendon tidak semakin parah.
  • Selama bed rest si penderita akan melakukan latihan peregangan dan penguatan area lutut untuk memperkuat dan meredakan rasa nyeri tersebut. Latihan-latihan tersebut difokuskan pada paha depan (otot quadriceps), paha belakang (otot hamstring), dan betis.
  • Peletakan kaki lebih tinggi dengan bantuan bantal sebagai penyangga. Ini bertujuan untuk mengurangi intensitas rasa nyeri akibat pembekakan.
  • Melakukan peregangan otot paha depan dan paha belakang sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
  • Untuk menyempurnakan penyembuhan dokter juga memberi obat Ibuprofen seperti Advil dan Motrin.
  • Pada kondisi parah si penderita harus melakukan splinting lutut selama beberapa minggu guna membantu mengurangi rasa sakit dan menghentikan siklus peradangan.

Agar lebih nyaman dan leluasa dalam beraktivitas, OSD sebetulnya dapat dicegah dengan beragam cara sederhana, seperti:

  • Aktivitas remaja banyak melibatkan otot kaki sebagai penopang utama tubuh, sehingga lutut yang sebagai sentral topangan mendapat beban lebih banyak. Untuk itu gunakan pelindung tempurung lutut berbahan karet atau knee pad.
  • Memakai Patella Tendon Strap yang bertujuan untuk mengalihkan tekanan pada tendon tersebut sehingga rasa sakit atau nyeri lebih sedikit terasa.
  • Imbangi dengan olahraga yang tidak membebani area lutut seperti renang.
  • Biasakan lakukan peregangan sebelum melakukan aktivitas fisik maupun olahraga.

Nah, melakukan aktivitas fisik tentu dapat menguras energi maupun mengundang cedera otot. Untuk itu lakukan sewajarnya saja dan jangan sampai berlebihan agar risiko-risiko tersebut tidak serta merta menurunkan kondisi fisik Anda. Selamat berolahraga!  

 

Source:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osgood-schlatter-disease/symptoms-causes/syc-20354864

https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/osgood-schlatter-disease-knee-pain/

Image Source: