Hati-hati! Penyakit Pertumbuhan Bakteri Pada Usus Kecil (SIBO) Sulit Terdeteksi
June 23, 2019
Waspada! Ada Bahaya Tersembunyi di Balik Minuman Kemasan Bebas Gula
June 23, 2019
Show all

Waspada Gejala Maag yang Anda Alami! Kemungkinan Itu Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Waspada Gejala Maag yang Anda Alami! Kemungkinan Itu Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Gejala sakit perut pernah dialami oleh semua orang. Mulai dari karena sakit maag, diare, gejala usus buntu, atau sembelit. Penyakit tersebut memiliki kesamaan ciri khas yaitu adanya rasa melilit di sekitar perut. Tapi perlu Anda ketahui jika gejala-gejala sakit perut berkepanjangan sangat berbahaya. Makanan yang terserap pada usus besar sebelumnya melalui usus kecil kemudian disalurkan ke usus besar dengan bantuan dorongan otot usus. Dorongan otot tersebut menimbulkan kontraksi secara abnormal yang memicu kondisi Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Apa itu IBS?  

Irritable Bowel Syndrome atau IBS merupakan gejala kronis jangka panjang saluran pencernaan yang menyerang usus besar (kolon). Penyakit ini membutuhkan waktu lama untuk penyembuhan secara total karena ketika gejalanya hilang maka akan kambuh lagi dari waktu ke waktu. IBS menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit pada area sekitar perut, membuat perubahan kebiasaan buang air besar, menghasilkan gas perut, dan membuat perut kembung.

Umumnya IBS sering dialami oleh wanita dewasa muda kurang dari usia 50 tahun dengan risiko 2 kali lipat dari pria. Kambuhnya IBS dapat muncul dalam beberapa hari, beberapa minggu, dan beberapa bulan. Biasanya kambuhnya IBS dipicu oleh perubahan hormon saat menstruasi, stres, perubahan jam tidur, dan jenis makanan tertentu. Gejala awal IBS memang tidak dapat dirasa oleh penderitanya, karena itulah kebanyakan IBS terjadi sejak remaja dan baru dirasa dan diketahui secara pasti ketika sudah dewasa.

Penyebab

IBS tidak memiliki penyebab pasti karena merupakan kontraksi bagian dalam tubuh yang melibatkan otot usus. Namun demikian orang yang menderita IBS umumnya cenderung merasakan dan mengeluhkan salah satu kondisi berikut ini:

  • Adanya infeksi pada saluran pencernaan.
  • Hal ini disebabkan makanan yang melewati usus secara cepat atau paksa.
  • Konstipasi atau sembelit. Hal ini disebabkan oelh makanan yang dikeluarkan usus secara perlahan.
  • Adanya kontraksi berlebihan dari otot dan saraf sensitif dalam usus. Kondisi ini membuat seseorang merasa kram dalam abdomen (perut). Biasanya terjadi ketika sedang makan.
  • Mengkonsumsi makanan atau minuman yang sulit dicerna seperti mengandung kadar asam, lemak, karbohidrat tinggi, dan gula.  
  • Selain itu ada beberapa faktor pendukung lain seperti usia, riwayat keluarga yang juga mengalami IBS, stres berlebihan, dan menderita radang dan infeksi usus.
  • Memiliki gangguan mental seperti panik, stres, depresi, dan cemas.

IBS juga dapat terjadi dengan kombinasi penyakit lain, seperti:

  • IBS-D (irritable bowel syndrome with diare). Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri perut, perut kembung, feses atau tinja encer, sering BAB, dan mual.
  • IBS-C (irritable bowel syndrome with constipation). Kondisi ini ditandai dengan gejala feses atau tinja mengeras atau kental, sulit BAB sehingga harus dipaksa, dan intensitas BAB berkurang atau jarang.

Gejala

Orang yang menderita IBS akan mengalami gejala timbul-tenggelam dari waktu ke waktu. Kadang berangsur-angsur membaik, kadang kambuh lagi dalam waktu yang tidak menentu. Inilah gejala umum IBS yang harus Anda waspadai, antara lain:

  • Nyeri perut. Normalnya, otak dan usus bekerja sama dalam mengendalikan pencernaan melalui hormon, saraf, serta sinyal yang diberi oleh bakteri baik di dalam usus. Namun, kondisi IBS membuat sinyal tersebut tidak diterima dengan baik sehingga menyebabkan otot-otot usus besar tegang. Inilah asal-mula rasa nyeri perut tersebut.
  • Diare. Hati-hati jika sedang mengalami diare karena kemungkinan ini gejala IBS. Diare pada IBS membuat penderitanya rata-rata 12 kali buang air besar dalam seminggu. Feses yang dihasilkan cenderung encer atau berair dan mengandung lendir.
  • Konstipasi (Sembelit). Hampir 50% orang yang menderita IBS disertai dengan sembelit. Kondisi ini terjadi karena kesalahan sinyal antara otak dan usus dalam proses pembentukan feses dari sisa metabolisme. Sembelit merupakan kondisi perlambatan pembentukan feses sehingga menjadi lebih keras dari normalnya. Akibatnya penderita sulit buang air besar.
  • Perut Kembung. IBS merubah sistem pencernaan menjadi kacau. Kondisi ini menghasilkan gas berlebih di dalam usus sehingga perut menjadi kembung dan disertai dengan kram perut.
  • Perubahan Jam Tidur dan Kelelahan. Orang dengan IBS umumnya memiliki stamina rendah yang disebabkan gejala-gejala lain yang tentunya sangat menguras tenaga dan pikiran. Selain itu IBS juga terkait dengan insomnia atau sulit tidur, kadang terbangun di malam hari, dan merasa tidak nyaman ketika bangun di pagi hari.   

 

Komplikasi, IBS vs Maag

Orang dengan IBS memiliki kualitas hidup yang tidak bagus. Ini mempengaruhi produktivitas sehari-hari yang berakibat pada gaya hidup yang tidak teratur. Pada tahap lebih parah IBS memicu komplikasi lain yang bukan hanya masalah fisik melainkan masalah mental atau psikis, seperti:

  • Diare dan sembelit kronis pada kondisi IBS mengarah pada penyakit hemoroid atau penyakit wasir.
  • Penderita menjadi kekurangan gizi.
  • Masalah mental seperti depresi dan cemas berlebihan. Akhirnya penderita memilih menghindari interaksi sosial.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami IBS. Mereka mengira hanya sakit maag biasa karena merasakan gejala umum seperti perut kram, diare, dan rasa tidak nyaman. Karena dianggap sakit maag dan tidak terlalu sakit maka hanya diobati dengan obat maag. Akhirnya setelah dewasa penyakit itu berkembang menjadi IBS.

Pada kondisi IBS setidaknya penderita mengalami dua gejala umum secara bersamaan seperti diare dan sembelit. Diagnosis IBS dapat dilihat pada mereka yang berusia 20-an. Selain itu orang dengan IBS mengalami gangguan pencernaan minimal satu kali seminggu dalam satu bulan terkahir. Kondisi tersebut menyebabkan rasa sakit di seluruh area perut atau nonspesifik. Kondisi-kondisi IBS sangat mengancam jiwa bila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu jika mengalami sakit magg pastikan pada dokter bahwa itu bukan hanya gejala magg biasa.   

Penanganan

Untuk mendiagnosis IBS diperlukan serangkaian tes seperti tes darah, pengambilan sample tinja, dan Photo Rontgen maupun CT Scan. Hal ini guna mengetahui lebih akurat keadaan saluran pencernaan dan juga mendeteksi kemungkinan adanya gejala lain seperti infeksi pada usus.

Tidak ada obat  bagi penyembuhan IBS. Kondisi ini bisa dihindari dengan pola hidup dan makan yang sehat. Seperti misalnya:

  • Imbangi pola makan sehat dengan sayuran dan buah-buahan.
  • Hindari rokok, kafein, dan alkohol.
  • Ketika makan disarankan untuk tidak mengunyah dengan terburu-buru agar proses pencernaan menjadi lancar.
  • Hindari stres yang berlebihan. Mungkin Anda bisa mendengar musik, atau kegiatan lain yang membuat hati Anda senang.
  • Rutinlah berolahraga seperti senam aerobik, bersepeda, renang, atau jalan cepat.

Menjalani pola makan dan gaya hidup sehat tentunya memproteksi tubuh kita dari beragam jenis penyakit. Selamat menjalani hidup sehat!

 

Source:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/symptoms-causes/syc-20360016

https://www.webmd.com/ibs/guide/digestive-diseases-irritable-bowel-syndrome

Image Source: