Mengembalikan Bentuk Perut Pasca Melahirkan dengan Gurita
June 19, 2019
Kanker Kolorektal dan Pentingnya Pola Makan Sehat
June 19, 2019
Show all

Seberapa Amankah Vape Bagi Kesehatan Tubuh?

Seberapa Amankah Vape Bagi Kesehatan Tubuh?

Jumlah perokok aktif di Indonesia secara signifikan kian meningkat tajam. Berdasarkan data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington mengatakan bahwa populasi perokok aktif di Indonesia terus meningkat sejak tahun 1980 hingga 2012. Pada tahun 2013 prevalensinya mencapai yang tertinggi, yakni 66%. Remaja menguasai angka tersebut yang mana menjadi komandan dalam upacara pembakaran tembakau.

Seiring berjalannya waktu, maraknya kasus kanker paru-paru dan TBC akibat merokok membuat perokok aktif berpikir ulang untuk melanjutkan kegiatan un-faedah tersebut. Sebagian memilih berhenti merokok, sebagian lagi mengambil jalur alternatif, yaitu pindah ke rokok elektrik atau vape. Lalu, apakah vape labih aman dari rokok tembakau? Nyatanya sampai saat ini belum ada data konkret tentang jaminan keamanan penggunaan vape bagi kesehatan tubuh.

Apa itu vape?

Vape merupakan penghantar nikotin dengan sistem elektroknik. Vape terdiri dari tiga komponen utama yaitu, elemen pemanas, cartridge, dan baterai. Utamanya vape mengandung nikotin, gliserin, dan propilen glikol. Kelebihan vape dapat diberi penambah rasa dan dapat diisi ulang dengan varian rasa seperti cokelat, mint, atau buah-buahan.

Cara kerja vape yaitu cairan kimia di dalam cartridge atau tabung dipanaskan sehingga menghasilkan uap. Uap tersebut dihisap dari corong atau inhaler yang berfungsi juga sebagai penutup vape itu sendiri. Pemanasan cairan kimia pada cartridge didapat dari sistem elektronik dengan sumber energi berasal dari baterai.

Vape pertama kali ditemukan oleh Hon Lik pada tahun 2010 silam. Hon Lik mengklaim bahwa vape lebih aman ketimbang rokok tembakau. Meski demikian, di Indonesia status vape masih ilegal. Secara administrasi, vape belum mendapat Sertifikat Uji Legal dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Hal senada juga diamini oleh WHO bahwa vape merupakan barang ilegal. Tidak ada jaminan keamana maupun baik bagi kesehatan.

Meski demikian, sejak 2013 hingga sekarang vape makin beken di kalangan remaja dan dewasa. Berangsur-angsur rokok tembakau mulai ditinggalkan. Komunitas vape pun mulai berjamur di seluruh nusantara.

Kandungan berbahaya dalam vape

Sebetulnya ada bahaya yang terkandung di dalam vape, dan inilah yang tidak disadari oleh vapers, mungkin juga dipungkiri. Diteliti dari bahan yang digunakan, kandungan bahaya vape antara lain:

  • Nikotin. Jika nikotin terhirup, maka zat ini akan bersemayam selamanya di dalam tubuh dan otak. Perlu Anda ketahui bahwa nikotin sering digunakan di bidang pertanian sebagai pembasmi hama.

Hanya kurun waktu 8 detik saja nikotin sudah merambat cepat melalui paru-paru lalu lewat sel darah zat ini menuju ke otak. Efeknya, nikotin dapat meningkatkan denyut jantung serta pernapasan.

Nikotin merangsang sel saraf otak yang menghasilkan dopamin. Inilah kenapa nikotin membuat orang menjadi ketagihan untuk menghirupnya lagi.  

  • Propilen Glikol. Zat ini sering digunakan untuk bahan kosmetik, obat-obatan dan bahan makanan. Apabila zat ini terhirup maka akan menyebabkan mual dan muntah. Zat ini juga dapat menimbulkan iritasi pada mata.

Lebih parahnya lagi, propilen glikol dapat memicu kelainan fungsi jantung, ginjal, dan hati. Hal tersebut bisa berlangsung sementara bahkan permanen.

  • TSNA (tobacco-specific nitrosamine), Diethylene Glycol (DEG), dan Karbon Monoksida. Ketiga zat ini jika terhirup dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti, sesak napas, asma, batuk, kanker paru-paru, dan radang paru-paru.

Jenis-jenis vape

Seperti halnya rokok terbagi dalam dua jenis yaitu rokok kretek dan rokok filter, vape pun memiliki 3 jenis, antara lain:

  • Portable. Vape jenis ini paling digemari oleh vapers. Kentungan dari vape ini adalah cairan kimia yang diolah dalam catridge tidak berhubungan langsung dengan elemen pemanas, sehingga tidak menghasilkan asap yang lebih banyak. Rasa yang dihasilkan pun lebih jelas terasa.
  • Pen. Vape jenis ini lebih ramping serupa dengan ukuran pulpen pada umumnya. Cara kerja vape ini tidak beda dengan jenis lainnya. Hanya saja vape pen memiliki dua jenis elemen pemanas yaitu, atomizer dan

 

  • Vape jenis ini merupakan yang terbesar dan tentunya tidak praktis di bawa kemana-mana. Karena bentuknya yang besar vape ini membutuhkan daya baterai yang besar juga. Tidak heran jika asap yang dihasilkan sangat banyak. Vape ini sangat rentan meledak karena proses pemanasan zat kimia terbilang cukup tinggi.

 

Vape pada kesehatan tubuh, bermanfaat kah?

Jika ditanya adakah manfaat vape bagi kesehatan tubuh, jelas jawabannya adalah: Tidak. Zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya sangat mengancam kesehatan. Efek paling berisiko adalah menyebabkan kematian. Zat adiktif seperti nikotin yang tersemat dalam vape membuat penggunanya mengalami gangguan psikis. Seperti mudah marah, merasa cemas yang tidak jelas penyebabnya, gelisah yang berlebihan, serta depresi. Gejala-gejala tersebut juga menjadi efek domino bagi kesehatan organ tubuh lainnya seperti gangguan kinerja jantung.

Penelitian yang dilakukan oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat menjabarkan bahaya vape bagi kesehatan tubuh, seperti:

  • Uap yang dihasilkan vape dapat mencemari udara sekitar dan tidak baik bagi kesehatan Anda maupun orang lain.
  • Kandungan senyawa yang dihasilkan vape sama berbahayanya dengan rokok tembakau. Senyawa ini mudah menguap di udara dan bukan tidak mungkin orang lain juga bisa terkena imbasnya.
  • Apalagi jika sampai terhirup oleh anak-anak dan wanita hamil yang sangat berbahaya bagi kesehatan janin serta masa depannya.
  • Vape membuat perkembangan otak jadi terhambat akibat nikotin yang mengendap di dalamnya.

Sudah sangat jelas kan bahaya vape bagi kesehatan tubuh. Masih berminat untuk nge-vape?

 

Hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan selain nge-vape maupun merokok

Daripada nge-vape atau merokok ada banyak hal lain yang lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Olahraga di sekitar rumah secara  individu maupun bergerombol dengan keluarga maupun kerabat mendatangkan manfaat kesehatan bagi tubuh. Penyakit pun ogah mampir ke tubuh Anda.

Atau, Anda bisa melakukan travelling ke tempat-tempat sejuk nan asri, seperti pegunungan, air terjun, hutan, atau pergi ke pantai. Kegiatan tersebut setara dengan olahraga. Tubuh bugar, pikiran pun kembali fresh. Untuk apa mengundang penyakit. Lebih baik mengundang teman minum teh bersama di halaman rumah sambil menikmati senja. Tentu lebih menyenangkan bukan?

 

Source:

https://www.webmd.com/smoking-cessation/news/20180305/kids-who-vape-face-toxin-dangers-study-finds#1

https://www.businessinsider.sg/vaping-e-cig-health-effects-toxic-metals-lead-2018-2/?r=US&IR=T

https://www.scientificamerican.com/article/e-cigs-and-second-hand-vaping/

Image Source: