Kesehatan bagi para Pengungsi dari Negara-Negara Konflik
June 19, 2019
Tingkatkan Kualitas Intim Bersama Pasangan dengan Makanan Berafrodisiak Ini
June 23, 2019
Show all

Penting bagi Ibu Hamil: Deteksi Dini Kelainan Jantung pada Bayi

Penting bagi Ibu Hamil: Deteksi Dini Kelainan Jantung pada Bayi

Sebagai orang tua, tentunya menakutkan bila mengetahui bahwa sang buah hati menderita kelainan jantung bawaan. Tapi kasus ini ternyata memang relatif umum, memengaruhi hampir 1 dari setiap 100 bayi yang baru lahir di AS dan 8 dari tiap 1000 bayi di Indonesia.

Beruntungnya, kemajuan dalam pengetahuan medis dan teknologi diagnostik dapat memberikan informasi yang terperinci mengenai kelainan jantung struktural pada bayi, bahkan sejak masih dalam kandungan ibu. Untuk memperingati hari jantung sedunia tanggal 29 September, mari kita membahas kelainan jantung pada bayi.

Seperti apakah kelainan jantung pada bayi?

Jika bayi Anda menderita kelainan jantung kongenital (saat lahir/bawaan), itu berarti ia terlahir dengan masalah dalam struktur jantungnya. Kelainan jantung kongenital biasanya ditangani dengan pembedahan, prosedur kateter, dan terkadang pengobatan. Pendekatan gabungan menggunakan operasi dan kateterisasi adalah yang paling umum dilakukan. Berkat kemajuan teknologi dalam operasi jantung anak dan kateterisasi intervensional, hampir setiap bentuk penyakit jantung bawaan kini dapat diobati dengan harapan hasil yang baik.

Pembedahan jantung dan kateterisasi jantung kini dilakukan pada anak-anak yang lebih muda, bahkan pada masa mereka masih bayi atau periode baru lahir, yang ternyata akan memberikan banyak keuntungan jangka panjang. Meskipun tidak ada yang bisa menjamin 100%, sebagian besar anak-anak dengan masalah jantung bawaan dapat menikmati masa depan yang bahagia dan sehat.

Penyebab kelainan jantung pada bayi

Jantung pada janin mulai terbentuk sebagai struktur tubular tunggal pada sekitar minggu keempat kehamilan. Pada minggu kedelapan, tabung ini akan bertambah panjang secara bertahap, dan akhirnya berputar pada dirinya sendiri. Dinding, atau septum, tumbuh untuk membagi ruang atas (atrium) dan bawah (ventrikel) ke sisi kiri dan kanan. Empat katup yang terbuat dari jaringan pun berkembang, menjaga darah bergerak maju melalui ruang jantung, paru-paru, dan tubuh saat jantung memompa.

Berbagai faktor genetik dan lingkungan berinteraksi untuk mengubah perkembangan jantung selama tahap awal perkembangan janin (8 hingga 9 minggu pertama kehamilan). Paparan terhadap lingkungan tertentu selama trimester pertama kehamilan dapat menyebabkan kelainan struktural jantung bayi (termasuk penggunaan obat antikonvulsan seperti fenitoin, obat dermatologis isotretinoin, atau garam lithium untuk penyakit manik-depresif).

Diabetes yang tidak terkontrol, penyalahgunaan alkohol atau narkoba, atau paparan bahan kimia industri selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko malformasi jantung bawaan. Beberapa kelainan kromosom, di mana ada kromosom ekstra atau hilang (atau hanya sebagian dari kromosom) berhubungan dengan penyakit jantung bawaan. Tetapi pada sebagian besar kasus, penyebab spesifik penyakit jantung bawaan ini tidak diketahui.

Diagnosis dan deteksi dini pada kehamilan

Echocardiography janin dapat membantu mendeteksi kelainan jantung janin sebelum kelahiran, sehingga memungkinkan intervensi medis atau prosedur bedah yang lebih cepat setelah bayi lahir jika diperlukan. Ini meningkatkan peluang hidup setelah kelahiran bagi bayi dengan kelainan jantung bawaan yang serius. Ahli jantung pediatrik Anda pun akan memberi saran pada Anda mengenai tingkat keparahan cacat jantung janin dan memberi tahu Anda apa yang dapat diharapkan.

Beberapa kasus kelainan jantung bawaan pada bayi tidak memerlukan intervensi darurat dan bayi dapat dilahirkan dengan lancar serta menjadi pasien rawat jalan setelah pulang dari rumah sakit. Sedangkan, pada kasus kelainan jantung bawaan yang lebih serius mungkin akan memerlukan transfer pasien ke rumah sakit yang menyediakan layanan bedah jantung anak dan bayi harus segera dioperasi segera setelah dilahirkan.

Dalam sejumlah kecil kasus, kondisi ini mungkin cukup berat bagi ahli jantung pediatrik untuk merekomendasikan pengiriman ke pusat jantung pediatrik sehingga intervensi dapat dilakukan dalam beberapa menit setelah kelahiran. Dalam semua kasus kelainan jantung bawaan, masalah ini harus didiskusikan dan direncanakan selama kunjungan echocardiography janin.

Saat ini, operasi jantung prenatal dan kateterisasi (prosedur balon) terbatas pada sejumlah kecil kondisi dan efektivitasnya belum terbukti. Ahli jantung pediatrik Anda dapat memberikan informasi tentang apakah janin Anda adalah kandidat potensial untuk intervensi janin, menggambarkan manfaat dan risiko potensial (untuk Anda dan janin), dan membantu memberikan rujukan ke pusat intervensi janin terbaik.

 

Sumber:

http://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/symptoms–diagnosis-of-congenital-heart-defects/detection-of-a-heart-defect-in-the-fetus

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/congenital-heart-defects-children/diagnosis-treatment/drc-20350080

https://kidshealth.org/en/parents/if-heart-defect.html

Image Source: