Asupan Tepat Bagi Anda yang Gemar Berolahraga
March 26, 2019
Tiada Kini Kembali, Sudahkah Anda dan Buah Hati Vaksin Difteri?
May 14, 2019
Show all

Natrium vs Kalium

Natrium vs Kalium

Meskipun keduanya memang memiliki perbedaan, ternyata mereka berkaitan erat dalam proses metabolisme tubuh. 

Natrium dan Kalium memiliki nama lain. Natrium dalam bahasa Inggris disebut Sodium, dan Kalium disebut Potasium. Kedua mineral ini memiliki peranan penting dalam pengaturan dan sirkulasi darah, serta turut peran aktif menjaga kesehatan tulang. Banyak anjuran kesehatan yang kita dengar seperti kurangi Natrium dan perbanyak Kalium agar terhindar dari berbagai penyakit. Lalu apa sebenarnya Natrium dan Kalium? Apa keterkaitannya satu sama lain? Mari simak penjelasannya lebih lanjut. 

 

Mengenal Natrium

Hampir semua makanan mengandung Natrium, salah satunya adalah garam dapur yang mengandung sekitar 2.3 gram per satu sendok teh. Era sekarang harga garam dapur relatif murah serta adanya kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar mengkonsumsi makanan asin sehingga tanpa sadar kita-pun banyak sekali mengkonsumsi Natrium. Tubuh memiliki hormon aldosteron yang diproduksi oleh ginjal, berfungsi membuang kelebihan Natrium. Buangan Natrium adalah sekitar 50-100 mg melalui feses, urin, dan keringat. Fungsi Natrium sendiri adalah sebagai penyeimbang cairan tubuh dan membantu kontraksi otot. Namun kelebihan Natrium dapat meningkatkan resiko batu ginjal dan hipertensi. Oleh karena itu seringkali kita dengar penderita hipertensi harus mengurangi asupan garam, dan perbanyak asupan Kalsium, Kalium, dan juga Magnesium. 

Makanan tinggi Natrium

  • Daging asap, kornet, sosis, dan makanan kaleng lainnya (400-800 mg)
  • Kecap asin (1000 mg/15ml)
  • Susu sapi (120 mg/250 ml susu) 
  • Garam (2.3 gram per sendok teh) 

Mengenal Kalium

Kalium berfungsi mengatur kontraksi otot, mengatur impuls syaraf yang berperan dalam pembentukan glikogen (gula otot), sebagai pengembang pembentukan protein, dan pengatur keseimbangan asam basa dalam pencernaan. Anjuran asupan Kalium per hari adalah sekitar 4.7 gram. Kalium bersifat antagonis terhadap Natrium sehingga berperan penting dalam proses pembuangan kelebihan Natrium, sehingga memberikan efek anti-hipertensi. Tugas lain dari Kalium adalah membuat dinding pembuluh darah lebih rileks sehingga membantu tekanan darah menjadi lebih rendah.

Tapi terlalu tinggi Kalium tidaklah baik terutama orang tua dan penderita ginjal dikarenakan menurunnya kemampuan ginjal dalam proses detoks alami tubuh. Konsumsi Kalium yang berlebihan berdampak pada pengerusakan otot, pendarahan saluran cerna, pecahnya sel darah merah yang dikenal hemolysis. Diharapkan konsultasi dengan dokter akan penggunaan suplemen Kalium.

Makanan tinggi Kalium

  • Jus buah prune, pisang, melon jingga, mangga, pepaya, sayuran hijau, alpukat, pisang, dan ubi jalar
  • Kacang-kacangan, kentang, asparagus, jamur, jeruk, pir, kiwi, susu murni

Kurangi asupan Natrium dan perbanyak asupan Kalium 

Mulai ganti dari hal kecil seperti garam dapur di rumah. Jangan gunakan garam putih karena sudah di-bleaching dengan alumunium dan kandungan Natriumnya pun jadi terlampau tinggi, ganti dengan kosher salt atau himalayan salt. Kurangi asin dalam makanan saat memasak meskipun sudah diganti dengan garam dapur yang baik, selalu ingat bahwa rasa asin hanya untuk memanjakan lidah namun tidak ada dampak positif bagi tubuh. Hindari kemilan keripik, kerupuk, atau makanan olahan yang sudah jelas meningkatkan hipertensi. Jangan terlalu banyak makan makanan berkalori tinggi karena biasanya kandungan Natrium di dalamnya pun tinggi. Kita bisa melawan Natrium dengan meningkatkan asupan Kalium melalui buah dan sayur yang diproses secara minimal. Olahraga rutin juga diperlukan sehingga kelebihan Natrium bisa dikeluarkan secara alami melalui keringat. 

Setelah mengetahui hubungan erat Natrium dan Kalium, kita bisa lebih bijak dalam mengkonsumsi kedua zat tersebut. Intinya adalah penyeimbangan, kurangi kandungan Natrium dan perbanyak asupan Kalium tanpa harus berlebihan. 

Image Source: