Waspada, Perhatikan Pola Makan dan Gaya Hidup Karena Diabetes Juga Mengincar Kalangan Muda!
June 23, 2019
Adakah Bahaya Mengkonsumsi Kopi Instan Bubuk Setiap Hari Bagi Kesehatan?
June 23, 2019
Show all

Jangan Anggap Remeh! Hipertensi Mengintai Kalangan Muda Juga, Lho

Jangan Anggap Remeh! Hipertensi Mengintai Kalangan Muda Juga, Lho

Gaya hidup seseorang menentukan kesehatan tubuhnya di masa mendatang. Kebiasaan hidup sehat membuat tubuh kebal terhadap penyakit, begitu pula sebaliknya jika terbiasa hidup tidak sehat maka tubuh mudah terserang penyakit. Terbiasa merokok, minum alkohol, serta stres berat membuat darah mengalami kenaikan tekanan atau hipertensi. Sayangnya, penyakit ini mulai merambah ke kalangan muda. Menurut American Heart Association (AHA), Amerika Serikat, sebanyak 74,5 juta jiwa anak muda usia 20-an sudah terjangkit hipertensi. Lho, kok bisa? Bagaimana dengan di Indonesia? Agar lebih jelas, yuk, simak ulasan Mitra Asa berikut ini:

Apa itu Hipertensi?

Hipertensi merupakan suatu kondisi tekanan aliran darah mengalami kenaikan terhadap dinding arteri. Secara medis hipertensi memiliki definisi terjadi peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan jeda waktu lima menit dalam keadaan tenang/istirahat. Hipertensi membuat si penderita mudah marah dan tidak dapat mengontrol emosinya dengan ciri khas ‘mudah tersinggung’.

Selain kalangan tua, hipertensi juga berisiko bagi kalangan muda. Pasalnya gaya hidup dan pola makan yang tidak teratur menjadi dua faktor penyebab utamanya. Menurut catatan Riskesdas 2013, prevalensi hipertensi anak muda Indonesia pada usia di atas 18 tahun mencapai angka 25,8% dan 5,3% dipegang oleh usia 15-17 tahun.

Penyebab dan Gejala

Pakar kesehatan meyakini bahwa faktor penyebab hipertensi anak muda datang dari dua kemungkinan yaitu dari faktor genetik dan pola hidup yang tidak sehat.

  • Genetik. Riwayat hipertensi pada ayah atau ibu akan menurun pada generasi selanjutnya dan ini tidak dapat dihindari.
  • Obesitas. Menurut survei terbitan Journal of American College Surgery mengatakan bahwa mereka yang obesitas berisiko 1,7 kali lipat lebih tinggi mengalami hipertensi.
  • Jarang Olahraga. Olahraga memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas jantung, menghindari obesitas, dan membuat tubuh memproduksi hormon untuk melemaskan dinding pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tensi darah.
  • Gaya Hidup Tidak Sehat. Hipertensi bisa hadir karena terbiasa merokok, minum alkohol, mengkonsusmi makanan cepat saji, makanan kaleng, dan makanan olahan. Garam atau natrium yang terkandung di dalam makanan cepat saji mempersempit pembuluh darah serta membuat tubuh menyimpan air berlebihan, akhirnya tekanan darah mengalami peningkatan. Terakhir, tidak terbiasa cek tensi secara rutin sehingga pola makan dan gaya hidup jadi tidak terkontrol.

Biasanya hipertensi tidak menunjukkan eksistensi sebagai gejala yang dirasai si penderita. Namun ada gejala-gejala khusus yang harus diwaspadai sebagai tanda adanya gangguan tekanan darah dalam tubuh Anda, seperti:

  • Kepala terasa sakit, apalagi ketika sedang emosi atau marah.
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan dengan ritme agak cepat dari keadaan normal.
  • Seiring berjalannya waktu pandangan menjadi buram disertai dengan pusing.
  • Dada terasa nyeri kemudian sulit bernapas. Gejala ini akan dilengkapi dengan adanya sensasi berdetak di dada, telinga, dan leher.
  • Jika hipertensi sudah parah maka urin akan mengandung darah.

Jenis dan Komplikasi Hipertensi

Faktor risiko hipertensi paling umum adalah usia, jenis kelamin dan genetik. Hipertensi memiliki beberapa jenis berdasarkan kondisinya masing-masing. Secara spesifik jenis hipertensi antara lain:

  • Hipertensi Primer (Hipertensi Esensial). Hipertensi yang penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Hampir 90% banyak yang mengalami hipertensi ini dan didukung oleh faktor gaya hidup dan pola makan tidak sehat.
  • Hipertensi Sekunder (Hipertensi Non-Esensial). Hipertensi yang diketahui penyebabnya, seperti kelainan hormonal dan penggunaan pil KB.
  • Hipertensi Pulmonal. Hipertensi yang diakibatkan oleh adanya tekanan darah pada pembuluh darah arteri paru-paru.
  • Hipertensi Kehamilan. Hipertensi kehamilan dibagi menjadi empat jenis, yakni:
  • Preeclampsia-Eclampsia. Hipertensi akibat hamil yang berlanjut setelah hipertensi gestasional.
  • Hipertensi Kronik. Hipertensi yang muncul sejak ibu belum mengandung janin.
  • Preeclampsia Pada Hipertensi Kronik. Gabungan hipertensi preeclampsia dengan hipertensi kronik.
  • Hipertensi Gestasional. Hipertensi sesaat hamil. 

 

 

Batas Normal Tekanan Darah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tekanan darah terbagi menjadi dua, yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan yang dihasilkan ketika jantung berkontraksi untuk menyuplai darah ke seluruh tubuh melaui aorta. Tekanan darah diastolik adalah tekanan darah yang dihasilkan ketika jantung dalam keadaan rileks atau saat menerima darah.

Jika Anda periksa tensi darah, maka perawat akan menyebutkan angka tekanan darah Anda, misal 120/80. Artinya 120 tekanan sistolik, 80 tekanan diastolik dalam satuan mmHg (millimeter mercuri hydragyrum). FYI, Angka diastolik selalu lebih kecil dari angka sistolik.

WHO memiliki standar kadar tekanan darah normal yang diakui dunia, yaitu:

  • Tekanan Darah Optimal:

Tekanan Sistolik 120 mmHg dan Tekanan Diastolik 80 mmHg.

  • Tekanan Darah Normal:

Tekanan Sistolik 120-130 mmHg dan Tekanan Diastolik 80-85 mmHg.

  • Pra Hipertensi:

Tekanan Sistolik 130-140 mmHg dan Tekanan Diastolik 85-90 mmHg.

  • Hipertensi Ringan:

Tekanan Sistolik 140-160 mmHg dan Tekanan Diastolik 90-100 mmHg.

  • Hipertensi Sedang:

Tekanan Sistolik 160-180 mmHg dan Tekanan Diastolik 100-110 mmHg.

  • Hipertensi Berat:

Tekanan Sistolik >180 mmHG dan Tekanan Diastolik >110 mmHg.

Kesimpulannya, tekanan darah normal menurut WHO adalah 120/80 mmHG sampai 130/85 mmHG. Disarankan bagi Anda meskipun masih tergolong muda (18-30 tahun) untuk rutin cek tensi darah secara berkala ke dokter agar pola makan dan gaya hidup Anda lebih sehat dan teratur sehingga hipertensi dapat dicegah sejak dini.

Jika dibiarkan, maka hipertensi dalam jangka waktu lama dapat mengundang komplikasi lanjutan seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal.

 

Gaya Hidup Sehat Cegah Hipertensi

Sebelum terlambat dan mumpung masih muda, ada baiknya Anda membiasakan diri untuk menjalani hidup dan pola makan sehat. Penerapannya bisa seperti:

  • Hindari atau kurangi mengkonsumsi junk food dan makanan terlalu asin, minuman alkohol, rokok, serta lemak jenuh yang menyebabkan obesitas.
  • Biasakan diri untuk berolahraga paling tidak seminggu sekali selama sejam.
  • Hindari stres, sehingga tidak melampiaskannya lewat konsumsi makanan secara berlebihan yang menyebabkan obesitas.
  • Rutin cek tensi darah secara mandiri atau ke dokter.
  • Jika Anda menerima hipertensi turunan sebaiknya jaga pola hidup Anda dari hal-hal yang menyebabkan tekanan darah serta rutin konsultasi pada dokter Anda.

Semoga ulasan ini bermanfaat dan selamat menjalani pola hidup dan makan yang sehat.

 

Source:

https://www.healthline.com/health-news/high-blood-pressure-ignored#1

https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/features/hypertension-serious-in-young-men#1

Image Source: