Pentingnya Mengatur Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat Bagi Calon Ibu Agar Terhindar dari Hipertensi Kehamilan
June 23, 2019
Waspada Gejala Maag yang Anda Alami! Kemungkinan Itu Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS)
June 23, 2019
Show all

Hati-hati! Penyakit Pertumbuhan Bakteri Pada Usus Kecil (SIBO) Sulit Terdeteksi

Hati-hati! Penyakit Pertumbuhan Bakteri Pada Usus Kecil (SIBO) Sulit Terdeteksi

Di dalam tubuh manusia melingkar dengan rumit organ usus yang berfungsi untuk menyalur dan mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh. Secara umum usus terbagi menjadi dua jenis yaitu usus besar dan usus kecil. Usus kecil memiliki peranan penting bagi pencernaan makanan. Usus kecil menghubungkan lambung dengan usus besar yang mana di dalamnya terkandung sekitar 10.000 bakteri per mililiter cairan. Sedangkan pada usus besar terkandung bakteri setidaknya 1.000.000.000 bakteri per mililiter cairan.

Bakteri normal pada usus kecil berfungsi sebagai pelindung terhadap bakteri jahat (pathogen)  yang tertelan manusia. Bakteri juga membantu proses penyerapan nutrisi dan menghasilkan nutrisi tubuh seperti folat dan vitamin K. Namun, jika jumlah bakteri dalam usus kecil melebihi jumlah normal maka dapat menganggu sistem pencernaan seperti Small Intestine Bacteria Overgrowth atau SIBO.

Apa itu SIBO?  

SIBO atau Small Intestine Bacteria Overgrowth adalah kondisi peningkatan jumlah bakteri yang disertai dengan perubahan jenis bakteri pada usus kecil. Dari sekian banyak kasus, penyebab SIBO bukan saja karena pertumbuhan satu jenis bakteri, akan tetapi merupakan pertumbuhan berlebihan secara signifikan dari beragam jenis bakteri yang ada di usus besar. Sangat jarang ditemukan kasus SIBO yang disebabkan oleh jenis bakteri yang ada pada usus kecil. Namun begitu SIBO bukanlah penyakit menular meski disebabkan bakteri sebagai aktor utamanya.

Usus kecil merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan lambung dengan usus besar. Fungsi utama usus kecil adalah menyerap makanan yang masuk ke dalam tubuh sebagai step awal proses metabolisme tubuh. Panjang usus kecil kira-kira mencapai 21 kaki, mulai dari duodenum, jejunum, sampai ileum. Usus kecil mengandung beragam jenis bakteri setidaknya mencapai 10.000 bakteri per mililiter cairan. Jika jumlah bakteri dalam usus kecil tumbuh dalam jumlah berlebihan, bukan melindungi dari bakteri jahat, yang ada bersifat kontradiktif sehingga menyebabkan sembelit, gangguan pencernaan, dan perut kembung.

Penyebab dan Gejala

Penyebab SIBO karena adanya gangguan aktivitas otot secara kontinyu saat proses penyerapan makanan menuju usus besar. Aktivitas otot ini terus terjadi bahkan ketika tidak terdapat makanan di dalam usus kecil. Aktivitas otot menyapu bakteri keluar dari usus kecil. Namun jika ada yang menghalangi atau gangguan aktivitas otot tersebut maka bakteri mengendap di dalam usus kecil lebih lama dan berkembang biak di dalamnya. Inilah penyebab terjadinya kondisi SIBO. Padahal aktivitas otot dalam usus untuk membatasi jumlah bakteri yang masuk ke usus kecil. Kemungkinan lain kurangnya aktivitas otot menyebabkan penyebaran bakteri dari usus besar ke usus kecil.

Selain itu ada beberapa kondisi yang menyebabkan SIBO, di antaranya:

  • Adanya penyakit neurologis dan otot yang mengacaukan aktivitas otot usus. Penyakit neurologis seperti Diabetes Mellitus (tipe 1, tipe 2) merusak saraf pengontrol otot-otot usus. Sedangkan penyakit otot seperti Scleroderma merusak otot usus secara masif. Kedua kondisi ini memungkinkan SIBO berkembang.
  • Sebelumnya tubuh terdapat gejala disfungsi organ dalam seperti, sirosis hati, pankreatitis kronis, dan gagal ginjal.
  • Terjadi obstruksi parsial dari usus kecil yang menganggu proses pengangkutan makanan dan bakteri melalui usus kecil.

Umumnya, gejala-gejala SIBO tidak terdeteksi atau terdiagnosis. Hal ini disebabkan oleh keabnormalan saat melakukan tes napas untuk mengukur kadar hidrogen dan nitrogen saat pasien mengeluhkan adanya rasa nyeri dan kembung pada perut. Dokter pun tidak menyadari adanya SIBO pada pasien karena hasil tes napas negatif SIBO. Ini terjadi karena gejala-gejala SIBO memiliki kemampuan berkamuflase sehingga sulit dideteksi keberadaannya.

Tidak ada data konkret berapa jumlah kasus SIBO di Indonesia. Namun gejala yang ditimbulkan cukup umum dan harusnya mudah didiagnosis, seperti: 

  • Perut terasa kembung, gejalanya mirip seperti masuk angin.
  •  
  •  
  • Pada kasus yang parah terjadi penurunan berat badan yang berkaitan dengan kekurangan vitamin.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya minta dokter untuk memeriksa lebih detail karena kemungkinan Anda mengalami SIBO bukan gangguan pencernaan biasa.

Komplikasi

SIBO salah satu penyakit yang sulit disembuhkan meski telah ditangani dengan antibiotik. Hampir sebagian penderita SIBO tetap kambuh dalam kurun waktu satu tahun. Untuk menghilangkan SIBO tidak cukup dengan satu metode pengobatan, dibutuhkan metode lain yang lebih mendasar yang menyentuh akar penyebab penyakit ini. Malahan pasien SIBO yang diobati dengan antibiotik standar dapat menyebabkan kontraksi otot usus kecil.

Karena sulit disembuhkan maka SIBO memiliki dampak negatif terhadap kesehatan dan sistem pencernaan lain, sehingga menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Terjadi gangguan pada sistem pencernaan guna menyerap makanan dan nutrisi yang berujung pada rusaknya sel-sel pelapis usus kecil (mukosa).
  • Akibat mukosa rusak maka terjadi kebocoran pada usus. Kondisi ini berpotensi pada reaksi kekebalan yang membuat tubuh alergi terhadap makanan, lalu terjadi peradangan umum, dan adanya penyakit autoimun.
  • Bakteri lebih (pathogen) membuat tubuh tidak maksimal dalam menyerap vitamin. Bakteri mengambil vitamin B dan vitamin B12 lebih dulu ketimbang sel tubuh kita sendiri. Padahal nutrisi penting tersebut sangat diperlukan bagi prose metabolisme tubuh.
  • Bakteri lebih juga membatasi penyerapan lemak melalui asam empedu. Dampaknya adalah tubuh kekurangan vitamin A dan vitamin D yang larut dalam lemak. Akhirnya tubuh mengalami penurunan berat badan.

Diagnosis

SIBO sering dikaitkan dengan IBS (Irritable Bowel Syndrome) karena memiliki kesamaan gejala umum seperti perut kembung, diare, dan sembelit. Namun, lebih tepatnya IBS merupakan kondisi kronis dari gejala-gejala tersebut. Berdasarkan hasil penelitian mengemukakan bahwa sebanyak 6-15% orang tidak mengalami SIBO. Akan tetapi sebanyak 80% orang dengan IBS sudah pasti mendertia SIBO.

Untuk memastikan dengan akurat adanya SIBO pada tubuh seseorang maka dibutuhkan diagnosa yang tepat dengan dua metode utama, seperti:

  • Membiakkan bakteri yang berlebihan dari sample cairan yang diambil dari usus kecil. Metode harus didukung dengan bantuan X-Ray sehingga jumlah bakteri dalam cairan dapat terhitung dengan detail.
  • Tes Napas Hidrogen. Ketika bakteri mengendap dalam usus maka mencerna gula dan karbohidrat lalu menghasilkan gas seperti karbon dioksida, hidrogen, dan metana. Gas-gas inilah yang dapat dihitung kadarnya untuk menentukan berapa banyak jumlah bakteri dalam usus sehingga dapat diketahui keberadaan gejala SIBO.

Nah, jika Anda mengalami gangguan pencernaan mintalah pada dokter untuk memastikan bahwa Anda tidak menderita SIBO.

 

Source:

https://kresserinstitute.com/sibo-causes-hard-treat/

https://www.healthline.com/health/sibo

Image Source: